Kesehatan mental maternal merupakan aspek krusial dalam kesejahteraan ibu hamil dan ibu pasca melahirkan. Dalam konteks daerah rawan bencana seperti Sesar Lembang di Kabupaten Bandung Barat, risiko gangguan kesehatan mental maternal meningkat secara signifikan.
Kekhawatiran tentang keselamatan diri dan bayi, ditambah dengan ketidakpastian lingkungan yang rentan gempa, menciptakan stres psikologis yang berkelanjutan pada ibu-ibu. Penelitian menunjukkan bahwa depresi postpartum dapat meningkat hingga tiga kali lipat ketika terjadi trauma atau bencana alam (Tully et al., 2017).
Psychological First Aid (PFA) telah terbukti efektif dalam memberikan dukungan psikologis awal kepada individu yang mengalami trauma atau stres. Sesuai dengan pedoman World Health Organization (WHO), PFA adalah teknik dukungan kemanusiaan yang dapat diaplikasikan oleh individu dengan pelatihan dasar untuk membantu orang-orang yang sedang mengalami distres emosional (WHO, 2011).
Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan PFA kepada ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan sistem dukungan mereka di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah.
Seminar dengan tema “Ruang Pulih Hati – Ibu Tidak Sendiri” diselenggarakan pada Jumat, 8 Mei 2026 di Kampung Babakan Mekar, sebagai respons atas kebutuhan mendesak akan peningkatan kesadaran kesehatan mental dan pemberdayaan ibu di komunitas lokal.
Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Novy Yulianty, M.Psi., Psikolog, bersama mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung dan team Bidan serta Kader Posyandu Rengganis 18 yang luar biasa.
Kolaborasi antara Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Bandung dan Yayasan Menggapai Harapan Ibu (MotherHope Indonesia) menghasilkan inisiatif pengabdian yang inklusif, berbasis komunitas, dan berfokus pada keberlanjutan (sustainability).
Ibu pulih, keluarga tangguh, komunitas kuat. Ibu Tidak Sendiri. 💜
Diselenggarakan berkat bantuan dana dari Brain and Behavior Research Foundation
Comments are closed